Dia kutemui di kelurahan Sempur Bogor
Sedang menghitung uang, ya uang...uang palsu..
Terdengar dari ujung kanan dan kiri bibirnya, suara angka-angka yang tidak jelas
dalam genggamannya terkepal lembaran berbagai nilai puluhan ribu dan satuan ribu rupiah. Hitungannya tidak pernah selesai, dan selalu berputar kembali dan bertambah ..
Tempatku disini,
ku bertahan untuk hidup
telah kulewati semua hal yang rasional dan waras
Mengecap pengalaman yang takkan terlupakan dan hingga kematian meninggalkan benak dan akal yang selalu hidup
Biarkanku dengan alamku,
Uruslah perilaku dan moralmu,
Alamku duniaku bukan mu
dan aku bukan juga kamu dan dia
Saat semua wilayah telah dimiliki atau diklaim
Aku telah meklaim alam ini jadi bagian dari nafasku..
Saat semua berebut mengakui, aku telah mengakui akan kehidupanku..
Sejak semua orang mengklaim diriku, klaim ku kepada semesta alam menjadi saksi kehidupanku..
Kepada semesta langit dan bumi aku bersaksi..dan mengakuinya, tiada batas antara gila dan normal..
Kutinggalkan semuanya..
Kutinggalkan keluargaku..
Kutinggalkan tempat tidurku..
Kutinggalkan kandangku..
Kutinggalkan habitatku..
Ke alam nan jauh menantang
Ke impian yang tak jua tiba..
Ke kehidupan yang sangat nyata
Meradang menikmati hidup dalam dekapan malam ditemani resonansi kayu berdawai nan bergoyang ditemani rembulan setengah redup
Mengecup sambutan pagi bersama embun..
Menyambut asap kenalpot bersama deru sepatu dan sandal saling berlomba menjejak
Menggeliat diantara pada pengasong dan penjual cerita
Berteriak ......
Melawan Kehidupan..
Melawan Kematian..
Bersama dengan kantong bungkus permen..dengan selalu bersama sisa isinya yang tidak jua bersisa..dan selalu terisi dari meng-iba atau terganggu, bahkan terhibur
Berputar bersama
Mengayun bersama
Bersenandung sama-sama
kehidupan dan peradaban yang tiada dua..
nikmat tegup kehidupan kutinggalkan belaian kenikmatan duniawi..
nikmat tegup kehidupan kutinggalkan belaian kenikmatan duniawi..
Sudah muak dengan pembicaraan moral dan kesusilaan..terlalu banyak diperguncingkan...terlalu bosan untuk dibicarakan..
Tapi, sebenarnya tidak terlalu sibuk untuk dilakukan
Prilaku moral, sikap mental, kedaulatan, kebudayaan, martabat..arrrrrrkh
Mengapa selalu dikelompokkan,
Otakku, pikiraanku, khayalku, mimpiku, harapanku, dan..
Apa pedulimu..peduli apa, peduli siapa..
Siapa berkenan atau tak peduli..tak mengira, tak kupungkiri, peduli-peduli dan arrrrkh tidak peduli..
Situ bilang situ melindungi saya..
Siang-malam saya melayani anda..
Sampai dekil badan saya..
Kumal kelakuan bukan saya tidak loyal..
tapi..
apa arti kami bagi anda..
penguasa negeri..
pengatur kami..
Biarkan ku terlelap disini usai babak yang keberapa ku lupa..
Tinggalkan sejenak perkara kita..
Biarkan ku sejenak..sejenak untuk terlelap..
Sehingga dapat kulupakan janji-janji mu melindungiku..
Biarlah ku bermimpi mendapat perlindunganNya..biarkan ku terlelap sejenak..
Ku takut esok kan tak ada
matahari terbit di selatan
semua akan menyapa ketiadaan
tiada beban menyelimuti perut dan kulitku..
Kujaga semua nikmat itu
dengan sendok dan garpu kusiapkan menanti serta..
Kepada khalik penjaga kehidupan
Kuserahkan nafas dan langkahku kepada semesta alam..
Semua elemen kehidupan berseru kepada hembusan itu..
dengan ukuran lebih dari sesuap harapan
dan sesuap kehidupan untuk waktu selanjutnya
ku berikrar kepadaMu alam..
